
Zakat perdagangan termasuk dalam zakat mal atau zakat harta. Dalam hal ini, zakat dikeluarkan dari harta niaga, yakni harta yang diperjualbelikan dengan tujuan untuk memperoleh laba atau untung. Menurut Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dalam harta niaga harus ada dua motivasi, yaitu untuk berbisnis atau jual-beli, dan motivasi untuk mendapat keuntungan.
Harta niaga yang dikenakan zakat dihitung dari jumlah aset lancar lalu dikurangi dengan utang jangka pendek atau utang yang jatuh temponya tak lebih dari satu tahun. Apabila selisih antara aset lancar dan utang jangka pendek telah mencapai nisab, maka orang tersebut wajib membayar zakat perdagangan.
Aset lancar di sini artinya adalah seluruh aset yang dapat diubah atau dicairkan ke dalam rupiah dalam waktu singkat. Aset lancar berbeda dengan aset jangka panjang yang tidak dapat diubah atau dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun.
Syarat Zakat Perdagangan
Sebelum mengeluarkan zakat perdagangan, umat Islam perlu tahu terlebih dahulu ketentuan dan syarat suatu barang boleh diperdagangkan. Berikut detailnya:
Barang yang dimiliki adalah pilihan sendiri dan diperoleh dari cara yang mubah, baik itu melalui jalan mencari untung (muawadhah) seperti jual-beli dan menyewakan, ataupun melalui jalan memberi secara cuma-cuma (tabarru’) seperti hadiah dan wasiat.
Barang yang memang diniatkan untuk diperjualbelikan sedari awal, karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Tijaroh atau jual-beli termasuk amalan, maka harus ada niat untuk didagangkan sebagaimana amalan lainnya.
Barang yang dimiliki tidak termasuk dalam harta yang wajib dizakati seperti hewan ternak, emas ataupun perak, karena berdasarkan kesepakatan para ulama, tidak boleh ada dua wajib zakat dalam satu harta.
Nilai barang tersebut telah mencapai haul atau sudah melalui satu tahun hijriah. Apabila barang tersebut saat dibeli nilainya sudah mencapai atau melampaui nisab 85 gram emas, maka haul dihitung dari waktu pembelian barang.
Bagaimana Menunaikan Zakat Perdagangan?
Masih bingung cara menghitungnya? Yuk, konsultasikan dan tunaikan zakat perdagangan kita ke IHC. Zakat baik kita membuat keluarga dhuafa berdaya. IHC adalah Mitra Amal Baik dari Lembaga Amil Zakat berizin resmi skala nasional, ZIS Indosat.
Transfer kepedulian kita ke:
BSI: 744 777 9999
Mandiri: 0060011056573
BCA: 869 1970 302
BRI: 117001000345567
a.n. Yys. Insan Haramain Cendekia
Untuk teman-teman yang ingin berzakat silakan tunaikan dengan cara:
Klik tombol “ZAKAT SEKARANG”
DISCLAIMER