Rumah Tahfizh Al-Qur'an Taslim

Sejak awal berdiri pada tahun 2020, bertepatan dengan kondisi pandemi, Yayasan Insan Haramain Cendekia (IHC) melakukan program-program yang berfokus pada pendidikan, terutama untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Pada saat sekolah dan segala fasilitas umum ditutup dan melakukan segala aktivitas dari rumah melalui online, anak-anak yatim dan dhuafa begitu kesulitan untuk mendapat akses ini. Jangankan untuk mengikuti pembelajaran, banyak di antara mereka untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup pun tak tertangani karena orangtua hanya pekerja harian yang pasti terdampak pada kondisi tersebut.

Awalnya, para anak yatim dan dhuafa ini dibina oleh IHC dari teras-teras rumah sederhana. Dibimbing baca, tulis dan hafal Al-Qur’an saja, yang kemudian disebut Teras Ngaji IHC. Namun, melihat ternyata dari anak-anak binaan ini bahkan tidak bisa melanjutkan sekolah, akhirnya IHC menginisiasi Asrama Teras Ngaji IHC. Pada program ini, para santri—sebutan para peserta didik, disekolahkan (PKBM), dibimbing ilmu agama, dibina akhlaknya, dibekali keterampilan digital dan tentunya intensif mempebaiki bacaan dan menghafal Al-Qur’an dalam asrama yang kini bernama Rumah Tahfizh Al-Qur’an Taslim.

RTQ Taslim dengan Gedung yang masih menyewa dan masih menyatu dengan kantor sekretariat yayasan IHC, telah meluluskan 3 orang santri Angkatan pertama pada Juni 2024 dan saat ini tengah membina 8 santri putra setingkat SMP. Pembinaan yang diberikan bukan hanya untuk mereka yang mukim, tetapi RTQ Taslim juga membina para santri non-mukim yang berjumlah 20 santri yang rutin hadir mengikuti pembinaan sepekan sekali.

Program ini bertujuan untuk membentuk insan yang unggul dan mandiri sehingga mampu survive, menjadi problem solver dan mampu menjadi leader di masyarakat. Para peserta program akan diberi pembinaan pada tiga unsur spriritual dengan pembinaan tahsin-tahfizh Al-Qur’an dan dirasat Islamiyah, pembinaan leadership dan sosial (negarawan) juga pelajaran umum sesuai kurikulum pemerintah, serta pelatihan Dasar digital komunikasi visual. Dengan demikian, para peserta program memiliki bekal yang cukup untuk menjadi insan qur’ani dan berdaya mandiri yang survive dan siap menghadapi tantangan global.

Para santri dibina selama 3 tahun (jenjang SMP), dengan bertempat tinggal di RTQ, diberi makan 3x sehari dan mendapatkan uang saku bulanan. Semua pembinaan dan fasilitas ini gratis bagi para santri yatim dhuafa ini. Dana pembiayaan mereka dibayarkan oleh para Insan Baik yang berbagi peduli.

Yuk, bantu para santri penghafal Al-Qur’an, yatim dan dhuafa juga guru ngaji di Rumah Tahfizh Al-Qur’an Taslim. Sedekah Anda menumbuhkan generasi Rabbani yang taat pada Allah dan Rasulnya, berakhlak mulia dan peduli kepada sesama. Sedekah yang diberi, mengalirkan pahala untuk kita tanpa henti. Klik pilihan donasi di slide atas halaman ini.