BEASANTRI

Bonus demografi 2030 perlu diantisipasi dengan penguatan kualitas SDM, khususnya pendidikan keilmuan, karakter dan keterampilan keahlian. Namun, data Kemendikbudristek memaparkan bahwa 75.303 anak Indonesia putus sekolah pada 2021. Anak yang putus sekolah di tingkat sekolah dasar (SD) merupakan yang tertinggi.

Penyebab utama meningkatnya angka putus sekolah ini adalah faktor ekonomi. Apalagi saat pandemi kemarin, banyak anak-anak menjadi yatim karena sang ayah wafat. Juga banyak kepala keluarga yang bertugas menjadi tulang punggu keluarga terpaksa menganggur karena di-PHK. Akhirnya, prioritas pembiayaan hanya untuk pemenuhan makan harian, sementara pendidikan anak-anak diabaikan.

Menjawab permasalahan tersebut, IHC mengusung program BEASANTRI; Beasiswa untuk para santri (anak-anak binaan IHC).

Mengapa disebut santri?

Apakah semua anak binaan ini dipesantrenkan?

Apakah pembiayaannya hanya untuk kepesantrenan?

Anak-anak binaan IHC, baik yatim maupun dhuafa, bukan hanya yang mukim di asrama. Mereka adalah binaan yang siap mengikuti program pembinaan yang terintegrasi dengan program beasiswa. Jadi, tidak hanya mendapatkan beasiswa pendidikan berupa uang, tetapi juga pendidikan dan pembinaan adab, Al-Qur’an, pendidikan umum juga keterampilan multimedia. Semua ini diberikan untuk menjadi bekal agar mereka menjadi insan cendekia yang berdaya.

Yuk, bantu santri-santri binaan IHC untuk bisa terus melanjutkan pendidikan sehingga menggapai masa depan yang lebih baik. Klik link ini untuk aksi baiknya: (cantumkan link aksi baik asrama teras ngaji)